Bagi
yang punya hobby petualang khususnya para pendaki gunung, yang mempunyai semangat
yang membara untuk bisa menaklukan sebuah gunung, dan bisa berada di puncak
gunung, rasa senang, puas, bisa berdiri ditempat tertinggi dan melihat betapa
indahnya alam indonesia. Tetapi itu tidaklah semudah yang kita bayangkan,
dimana banyakk sekali halangan dan rintangan untuk bisa mencapai puncak
tertinggi. Mulai dari medan yang sulit dilalui, suhu yang sangat extrem,
gangguan dari mahkluk gaib, serta ancaman dari para penghuni gunung yaitu
hewan-hewan buas.
Tetap
semua itu bisa kita lalui Dengan semakin majunya teknologi internet, memudahkan
para pendaki untuk menghimpun informasi tentang gunung. Dari mulai informasi
elevasi gunung, rute pendakian, akses transportasi, hingga prakiraan cuaca
dapat diakses dengan mudah oleh para pendaki. Namun, kemudahan ini malah
membuat para pendaki pemula beranggapan bahwa mendaki itu mudah. Hal yang
paling penting adalah melakukan persiapan sematang mungkin sebelum melakukan
pendakian.
1. NIAT
Ya kenapa niat,
ya kalau nggak niat mau naik gunung kenapa berangkat, nanti baru beberapa meter
sudah capek dan balik pulang.... hufffff...... Tetapi niat disini bukan itu.
Niat untuk melakukan pendakian yaitu pertama dan paling penting adalah minta
restu orang tua dengan restu orang tua kita melakukan pendakian dengan tenang
dan seumpama terjadi hal hal yang tidak dinginkan, keluarga dapat memberikan
informasi yang akurat. Ceritakan deh Planning kamu dengan yakin dan Gagah
Perkasa sama orang tua. Kasih tau juga
apa tujuan kamu ya contoh kecil aja kalo tujuan kamu naik gunung untuk
menemukan Jati diri kamu yang sebenarnya. Kenalin dan yakinin bahwa kamu akan
baik-baik aja selama naik gunung. kalimat yakinin nya gini nih "Mak atau
Bu atau Bhunda, naik Gunung itu Nggak sebegitu mengerikannya seperti yang emak
pikirin. Nih, aku bawa semua alat keamanan naik gunung dan kalo emak takut aku
kedinginan, tenang ya mak aku pasti bawa jaket tebel yang bisa bikin aku
anget."
2. TENTUKAN GUNUNGNYA
Ketika kita
mau mendaki gunung, apapun gunungnya asal jangan 'Gunung Kembar' aja haha lebih
berbahaya dan lebih super ngeri dari semua gunung didunia ini! Oke lanjut, Tentukan
dan pastikan gunung yang akan didaki adalah gunung yang sudah biasa dijamah
manusia, mempunyai jalur yang jelas dan legal. Perlu diketahui, jika tak
percaya pada sumber-sumber tertulis mengenai prakiraan cuaca, jalur pendakian,
atau pun akses transportasi, lebih baik mencari orang yang lebih berpengalaman
dan meminta bantuannya untuk memberi arahan atau menjadikan dia sebagai guide. JANGAN sekali-kali melakukan pendakian jika dalam rombongan pendakian tidak ada
yang berpengalaman mendaki atau berpengetahuan mendalam tentang navigasi.
Kalian tidak mau mati konyol karena tersesat di alam liar tanpa kemampuan
survival kan?
Dan untuk
para pemula jangan menjadi sok kuat, untuk bisa melakukan pendakian yang
melebihi kemampuan kita, karena biasanya di ketinggian + 3000 m suhu udara
sangatlah dingin, bisa mencapai 11⁰ C dan belum lagi cuaca yang tidak menentu.
Yang tadinya cerah bisa tiba tiba ada kabut, terkadang yang tadinya cerah tiba
tiba hujan. Jadi kita harus benar benar mempunya fisik yang kuat, kan nggak
asik jika sudah setengah perjalanan kita tiba tiba pingsan dan terpaksa
membatalkan pendakian, tidak jadi menikmati rasanya berada di puncak gunung dan
bisa menikmati indahnya pemandangan.
3. LAKUKAN ADMINISTRASI PERIJINAN
Surat izin Pendakian ini lebih dikenal
dengan sebutan SIMAKSI dari tujuan si pendaki. hal ini tujuannya agar identitas
kamu, kegiatan sebelum-sesudah pendakian gunung tercatat dengan baik. Di tempat
registrasi, biasanya petugas akan memberikan formulir yang harus diisi oleh
para pendaki. Di dalamnya ada nama, alamat, nomor handphone pribadi, nomor
handphone orang tua, tanggal naik, tanggal turun, jalur yang digunakan, dan
daftar logistik yang dibawa dalam ransel. sehingga jika terjadi sesuatu hal
yang enggak diinginkan, Pihak pengurus dan berwenang lainnya serta warga
setempat cepat tanggap untuk membantu.
Simaksi ini juga sangat berguna untuk kamu
membuat perjanjian tidak merusak alam dan buang sampah semabarangan, emang mau
disentil sama penunggu gunung itu? Sebelum kamu mendapat Simaksi ini, kamu akan
di briefing dulu oleh pengurus. sehingga kedepannya kamu jadi lebih siap.
Jangan pelit. Karena tidak mau membayar
biaya registrasi yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan nyawa, biasanya
pendaki pemula yang nakal akan menerobos dan mengabaikan perijinan ini.
4. SIAPKAN PERALATAN
Setelah semuanya selesai tinggal kita
menyiapkan peralatan-peralatan yang digunakan untuk melakukan pendakian, yang
pasti harus mengutamakan safety (keselamatan). Agar lebih mudah kita bisa mulai
bikin list daftar barang apa saja yang harus dan wajib di bawa. Misalnya aja,
Sepatu Gunung, Sendal Gunung, Tenda, karpet tenda, Dompet beserta identitas
diri, jaket, sleeping bag, kompor kecil dan alat masak buat masak puncak
gunung, dan juga pakaian ganti pastinya. Selalu pisahkan pakaian yang dipakai
ketika berkemah, dan selalu jaga di kondisi yang kering. Memaksakan memakai
baju basah di gunung bisa membuat kalian terkena Hypotermia yang bisa berakibat
fatal. Gunakan sepatu karet atau boots ketika mendaki, dan sebisa mungkin tidak
menggunakan sendal jepit! Siapkan headlamp atau senter dengan baterai yang
cukup selama pendakian. eh satu lagi, Plastik gede wajib kamu bawa kenapa
wajib, karena plastik nanti fungsinya untuk kamu bawa semua sampah kamu agar
gunung tetap bersih dan nyaman, jangan sampai kita nggak bisa kembali pulang
gara-gara buang sampah sembarangan dan tidak menjaga alam sekitar. Human
destruction atau kerusakan lingkungan akibat ulah dari manusia kali ini banyak
ditemukan di gunung. Bukan hanya dibuat oleh para pendaki pemula, namun
terkadang juga dilakukan oleh mereka yang bahkan sudah sejak lama memiliki hobi
mendaki gunung.
Salah satu contoh terdekat, Gunung Cikuray,
yang secara administrasi terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat ini sudah
sejak lama menjadi favorit para pendaki. Sayangnya, semakin banyak pendaki yang
menginjakkan kakinya di sana, malah semakin banyak sampah yang berserakan. Untuk
menjadi pendaki yang bijaksana, mereka yang baru memulai harus diberi
pengetahuan yang mengedukasi dia tentang alam. Bahwa alam bukan tempat sampah.
5. BEKAL
Setelah peralatan
siap, jangan lupa pula bawa bekal, manajemen logistik sangat di perlukan. Soalnya
yang namanya Naik Gunung itu butuh tenaga yang cukup bahkan lebih. usahain deh
bawa makanan dan minuman yang ada manis-manis nya gitu tapi jangan le mineral
semua hahaha..... Biar mudah untuk diserap oleh tubuh kamu, bawa aja nasi
bungkus, permen, madu 'kalo ada', Coklat, Beras, bahan bakar untuk masak, lauk
pauk, piring dan gelas adalah yang umum dibawa, dan Bawalah wadah air minum,
dan usahakan harus selalu terisi disepanjang pendakian.. Hitunglah dengan benar
berapa lama perjalanan untuk menyesuaikan kebutuhan logistik yang dibawa.
Jangan sampai kurang, jangan salah bawa logistik, dan siapkan cadangan untuk
kondisi darurat.
Selain dari Logistik makan dan minuman,
kamu juga harus bawa pakaian yang bakal kamu pake nantinya sebelum pendakian
dimulai. bagusnya kenakan pakaian dan celana yang Nggak menyerap keringat,
gunakan jaket yang rada tipis dan jangan pernah pake pakaian yang berbahan
Jeans atau tebal karena bakal bikin kamu susah gerak dan berat saat basah kuyup
kena keringat. First Aid Kit atau peralatan medis pertolongan pertama seperti
obat merah, perban, dan obat-obatan khusus bagi penderita penyakit tertentu
harus dibawa. Biar kelihatannya remeh, obat – obatan adalah yang yang paling
penting untuk pertolongan pertama. Jadi jangan sampai lupa!
6. SAFETY FIRST
Yang terakhir ini malah yang paling diutamakan.
Taati dan Ikuti semua Prosedur Safety First yang Berlaku, seperti kamu mematuhi
larangan Orang Tua biar Selamat sampe Tujuan dan Pulang. Hal ini juga penting
untuk kamu lakukan saat mendaki gunung dengan sejuta keindahan, namun dibalik
keindahan tersebut tersimpan banyak hal diluar akal sehat manusia yang
memperhatikanmu. Ada baiknya kamu taati Prosedur Safety First yang berlaku dan
disarankan oleh para Pendaki Profesional. Terlebihnya lagi jika kamu mendaki
gunung dengan rombongan yang cukup banyak. Secara Nggak langsung, kamu bakal memperhatikan
rombongan tersebut.
Akan lebih baik jika sudah lelah jangan
segan atau malu untuk bilang kepada rombongan kalau kamu sudah lelah ataupun
jika ada masalah lainnya. Jangan diam saja saat kamu mengalami kendala,
sehingga kedepannya kamu tidak merepotkan rombongan. Nyawa kalian, hidup kalian
hanya satu, sementara gunung akan masih tetap berdiri di tempatnya dalam waktu
yang lama. Jangan nekat, yang bisa mengakibatkan kejadian yang fatal. INGAT!!!, nyawamu terlalu berharga
untuk sekedar foto selfie, foto keren, atau bahkan mati konyol di gunung! Stay
safe, hormati alam, jaga lingkungan, jadilah pendaki yang bertanggung jawab,
bukan pendaki nekat!





