Kamis, 25 Oktober 2018

6 persiapan sebelum melakukan pendakian




Bagi yang punya hobby petualang khususnya para pendaki gunung, yang mempunyai semangat yang membara untuk bisa menaklukan sebuah gunung, dan bisa berada di puncak gunung, rasa senang, puas, bisa berdiri ditempat tertinggi dan melihat betapa indahnya alam indonesia. Tetapi itu tidaklah semudah yang kita bayangkan, dimana banyakk sekali halangan dan rintangan untuk bisa mencapai puncak tertinggi. Mulai dari medan yang sulit dilalui, suhu yang sangat extrem, gangguan dari mahkluk gaib, serta ancaman dari para penghuni gunung yaitu hewan-hewan buas.
Tetap semua itu bisa kita lalui Dengan semakin majunya teknologi internet, memudahkan para pendaki untuk menghimpun informasi tentang gunung. Dari mulai informasi elevasi gunung, rute pendakian, akses transportasi, hingga prakiraan cuaca dapat diakses dengan mudah oleh para pendaki. Namun, kemudahan ini malah membuat para pendaki pemula beranggapan bahwa mendaki itu mudah. Hal yang paling penting adalah melakukan persiapan sematang mungkin sebelum melakukan pendakian.







1. NIAT





Ya kenapa niat, ya kalau nggak niat mau naik gunung kenapa berangkat, nanti baru beberapa meter sudah capek dan balik pulang.... hufffff...... Tetapi niat disini bukan itu. Niat untuk melakukan pendakian yaitu pertama dan paling penting adalah minta restu orang tua dengan restu orang tua kita melakukan pendakian dengan tenang dan seumpama terjadi hal hal yang tidak dinginkan, keluarga dapat memberikan informasi yang akurat. Ceritakan deh Planning kamu dengan yakin dan Gagah Perkasa sama orang tua.  Kasih tau juga apa tujuan kamu ya contoh kecil aja kalo tujuan kamu naik gunung untuk menemukan Jati diri kamu yang sebenarnya. Kenalin dan yakinin bahwa kamu akan baik-baik aja selama naik gunung. kalimat yakinin nya gini nih "Mak atau Bu atau Bhunda, naik Gunung itu Nggak sebegitu mengerikannya seperti yang emak pikirin. Nih, aku bawa semua alat keamanan naik gunung dan kalo emak takut aku kedinginan, tenang ya mak aku pasti bawa jaket tebel yang bisa bikin aku anget."



2. TENTUKAN GUNUNGNYA


Ketika kita mau mendaki gunung, apapun gunungnya asal jangan 'Gunung Kembar' aja haha lebih berbahaya dan lebih super ngeri dari semua gunung didunia ini! Oke lanjut, Tentukan dan pastikan gunung yang akan didaki adalah gunung yang sudah biasa dijamah manusia, mempunyai jalur yang jelas dan legal. Perlu diketahui, jika tak percaya pada sumber-sumber tertulis mengenai prakiraan cuaca, jalur pendakian, atau pun akses transportasi, lebih baik mencari orang yang lebih berpengalaman dan meminta bantuannya untuk memberi arahan atau menjadikan dia sebagai guide. JANGAN sekali-kali melakukan pendakian jika dalam rombongan pendakian tidak ada yang berpengalaman mendaki atau berpengetahuan mendalam tentang navigasi. Kalian tidak mau mati konyol karena tersesat di alam liar tanpa kemampuan survival kan?

Dan untuk para pemula jangan menjadi sok kuat, untuk bisa melakukan pendakian yang melebihi kemampuan kita, karena biasanya di ketinggian + 3000 m suhu udara sangatlah dingin, bisa mencapai 11 C dan belum lagi cuaca yang tidak menentu. Yang tadinya cerah bisa tiba tiba ada kabut, terkadang yang tadinya cerah tiba tiba hujan. Jadi kita harus benar benar mempunya fisik yang kuat, kan nggak asik jika sudah setengah perjalanan kita tiba tiba pingsan dan terpaksa membatalkan pendakian, tidak jadi menikmati rasanya berada di puncak gunung dan bisa menikmati indahnya pemandangan.




3. LAKUKAN ADMINISTRASI PERIJINAN


Surat izin Pendakian ini lebih dikenal dengan sebutan SIMAKSI dari tujuan si pendaki. hal ini tujuannya agar identitas kamu, kegiatan sebelum-sesudah pendakian gunung tercatat dengan baik. Di tempat registrasi, biasanya petugas akan memberikan formulir yang harus diisi oleh para pendaki. Di dalamnya ada nama, alamat, nomor handphone pribadi, nomor handphone orang tua, tanggal naik, tanggal turun, jalur yang digunakan, dan daftar logistik yang dibawa dalam ransel. sehingga jika terjadi sesuatu hal yang enggak diinginkan, Pihak pengurus dan berwenang lainnya serta warga setempat cepat tanggap untuk membantu.
Simaksi ini juga sangat berguna untuk kamu membuat perjanjian tidak merusak alam dan buang sampah semabarangan, emang mau disentil sama penunggu gunung itu? Sebelum kamu mendapat Simaksi ini, kamu akan di briefing dulu oleh pengurus. sehingga kedepannya kamu jadi lebih siap.
Jangan pelit. Karena tidak mau membayar biaya registrasi yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan nyawa, biasanya pendaki pemula yang nakal akan menerobos dan mengabaikan perijinan ini.




4. SIAPKAN PERALATAN


Setelah semuanya selesai tinggal kita menyiapkan peralatan-peralatan yang digunakan untuk melakukan pendakian, yang pasti harus mengutamakan safety (keselamatan). Agar lebih mudah kita bisa mulai bikin list daftar barang apa saja yang harus dan wajib di bawa. Misalnya aja, Sepatu Gunung, Sendal Gunung, Tenda, karpet tenda, Dompet beserta identitas diri, jaket, sleeping bag, kompor kecil dan alat masak buat masak puncak gunung, dan juga pakaian ganti pastinya. Selalu pisahkan pakaian yang dipakai ketika berkemah, dan selalu jaga di kondisi yang kering. Memaksakan memakai baju basah di gunung bisa membuat kalian terkena Hypotermia yang bisa berakibat fatal. Gunakan sepatu karet atau boots ketika mendaki, dan sebisa mungkin tidak menggunakan sendal jepit! Siapkan headlamp atau senter dengan baterai yang cukup selama pendakian. eh satu lagi, Plastik gede wajib kamu bawa kenapa wajib, karena plastik nanti fungsinya untuk kamu bawa semua sampah kamu agar gunung tetap bersih dan nyaman, jangan sampai kita nggak bisa kembali pulang gara-gara buang sampah sembarangan dan tidak menjaga alam sekitar. Human destruction atau kerusakan lingkungan akibat ulah dari manusia kali ini banyak ditemukan di gunung. Bukan hanya dibuat oleh para pendaki pemula, namun terkadang juga dilakukan oleh mereka yang bahkan sudah sejak lama memiliki hobi mendaki gunung.
Salah satu contoh terdekat, Gunung Cikuray, yang secara administrasi terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat ini sudah sejak lama menjadi favorit para pendaki. Sayangnya, semakin banyak pendaki yang menginjakkan kakinya di sana, malah semakin banyak sampah yang berserakan. Untuk menjadi pendaki yang bijaksana, mereka yang baru memulai harus diberi pengetahuan yang mengedukasi dia tentang alam. Bahwa alam bukan tempat sampah.




5. BEKAL



Setelah peralatan siap, jangan lupa pula bawa bekal, manajemen logistik sangat di perlukan. Soalnya yang namanya Naik Gunung itu butuh tenaga yang cukup bahkan lebih. usahain deh bawa makanan dan minuman yang ada manis-manis nya gitu tapi jangan le mineral semua hahaha..... Biar mudah untuk diserap oleh tubuh kamu, bawa aja nasi bungkus, permen, madu 'kalo ada', Coklat, Beras, bahan bakar untuk masak, lauk pauk, piring dan gelas adalah yang umum dibawa, dan Bawalah wadah air minum, dan usahakan harus selalu terisi disepanjang pendakian.. Hitunglah dengan benar berapa lama perjalanan untuk menyesuaikan kebutuhan logistik yang dibawa. Jangan sampai kurang, jangan salah bawa logistik, dan siapkan cadangan untuk kondisi darurat.
Selain dari Logistik makan dan minuman, kamu juga harus bawa pakaian yang bakal kamu pake nantinya sebelum pendakian dimulai. bagusnya kenakan pakaian dan celana yang Nggak menyerap keringat, gunakan jaket yang rada tipis dan jangan pernah pake pakaian yang berbahan Jeans atau tebal karena bakal bikin kamu susah gerak dan berat saat basah kuyup kena keringat. First Aid Kit atau peralatan medis pertolongan pertama seperti obat merah, perban, dan obat-obatan khusus bagi penderita penyakit tertentu harus dibawa. Biar kelihatannya remeh, obat – obatan adalah yang yang paling penting untuk pertolongan pertama. Jadi jangan sampai lupa!




6. SAFETY FIRST


Yang terakhir ini malah yang paling diutamakan. Taati dan Ikuti semua Prosedur Safety First yang Berlaku, seperti kamu mematuhi larangan Orang Tua biar Selamat sampe Tujuan dan Pulang. Hal ini juga penting untuk kamu lakukan saat mendaki gunung dengan sejuta keindahan, namun dibalik keindahan tersebut tersimpan banyak hal diluar akal sehat manusia yang memperhatikanmu. Ada baiknya kamu taati Prosedur Safety First yang berlaku dan disarankan oleh para Pendaki Profesional. Terlebihnya lagi jika kamu mendaki gunung dengan rombongan yang cukup banyak. Secara Nggak langsung, kamu bakal memperhatikan rombongan tersebut.

Akan lebih baik jika sudah lelah jangan segan atau malu untuk bilang kepada rombongan kalau kamu sudah lelah ataupun jika ada masalah lainnya. Jangan diam saja saat kamu mengalami kendala, sehingga kedepannya kamu tidak merepotkan rombongan. Nyawa kalian, hidup kalian hanya satu, sementara gunung akan masih tetap berdiri di tempatnya dalam waktu yang lama. Jangan nekat, yang bisa mengakibatkan kejadian yang fatal. INGAT!!!, nyawamu terlalu berharga untuk sekedar foto selfie, foto keren, atau bahkan mati konyol di gunung! Stay safe, hormati alam, jaga lingkungan, jadilah pendaki yang bertanggung jawab, bukan pendaki nekat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar